Karena saya berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan jadi saya akan menceritakan tentang kampung halaman saya ini.

Banjarmasin adalah kota dan ibu kota dari Kalimantan Selatan. Meskipun kotanya kecil, Banjarmasin termasuk kota yang padat. Kota yang dijuluki kota seribu sungai ini merupakan sebuah kota delta atau kota kepulauan sebab terdiri dari sedikitnya 25 buah pulau kecil (delta) yang merupakan bagian-bagian kota yang dipisahkan oleh sungai-sungai diantaranya pulau Tatas, pulau Kelayan, pulau Rantauan Keliling, pulau Insan dan lain-lain. Sejak zaman dulu hingga sekarang Banjarmasin masih menjadi kota niaga dan bandar pelabuhan terpenting di pulau Kalimantan. Pelabuhan kota Banjarmasin adalah pelabuhan Trisakti yang terletak 12,5 mil dari muara sugai Barito.Pelabuhan Trisakti memiliki Terminal Petikemas Banjarmasin (TPKB) yang termasuk 10 besar terminal petikemas di Indonesia. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Banjarmasin)

Banjarmasin terkenal dengan sebutan kota seribu sungai. Mengapa demikian ? Karena pulau Kalimantan Selatan dikelilingi oleh banyak sungai, oleh karena itu jangan heran jika berkunjung ke Banjarmasin anda akan menjumpai banyaknya jembatan. Sungai-sungai di Banjarmasin juga merupakan tempat rekreasi untuk pengunjung dari luar daerah bahkan tempat mencari nafkah untuk masyarakat sekitar. Di sungai-sungai ini terdapat pasar atau yang lebih dikenal dengan nama Pasar Terapung. Berbeda dengan pasar-pasar lainnya, pasar terapung berada diatas sungai, melakukan transaksi jual beli di sungai dengan menggunakan klotok atau jukung (perahu kecil).

Selain pasar terapung, tempat wisata di Banjarmasin adalah Pulau Kembang. Pulau ini terletak tepat di tengah sungai Barito. Kenapa disebut Pulau Kembang, konon katanya Pulau yang merupakan delta dari sungai Barito ini hanya berupa tumpukan tanah biasa dan lama berkembang terus dengan semakin banyak tanahnya dan kemudian ditumbuhi tumbuhan sehingga terus berkembang, sehingga nama delta tersebut menjadi Pulau Kembang. (sumber : http://jalanjalanterus.wordpress.com/2008/06/19/pulau-kembang-pulaunya-raja-monyet/). Tidak hanya ditumbuhi tumbuhan khas Kalimantan, tetapi di dalamnya juga terdapat banyak monyet. Bahkan ada satu monyet yang bertubuh paling besar diantara yang lainnya, monyet ini disebut Raja Monyet. Transportasi menuju 2 tempat rekreasi ini tidaklah susah, karena sekarang sudah banyak dermaga-dermaga klotok yang akan mengantarkan anda sampai ke tujuan dengan selamat🙂


Satu lagi yang terkenal di Banjarmasin, yaitu jembatan Barito. Jembatan Barito adalah jembatan yang menghubungkan tepi barat sungai Barito (Kecamatan Anjir Muara) dan tepi timur Sungai Barito di (Kecamatan Alalak dekat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Jembatan ini memiliki panjang 1.082 meter yang melintasi Sungai Barito selebar 800 meter dan Pulau Bakut selebar 200 meter. Jembatan ini terdiri dari jembatan utama sepanjang 902 meter, dan jembatan pendekat 180 meter, dengan lebar 10,37 meter. Merupakan akses jalan Trans Kalimantan dari Banjarmasin menuju ke Palangkaraya dan sebaliknya. Ketinggian ruang bebas jembatan utama 15 – 18 meter, sehingga bisa digunakan untuk lalu lintas perairan. Jembatan Barito sering disebut pula jembatan Puylau Bakut, sesuai nama delta (pulau kecil) yang ada di bawahnya atau jembatan pulau Bakumpai, sesuai nama daerah tepi barat sungai Barito (sungai Banjar). Jembatan ini pertama kali diresmikan pada tanggal 23 April 1997 oleh Presiden Soeharto. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Barito)